Wawasan
Container cargo dibuat dalam beberapa jenis sesuai barang yang diangkut. Bentuk dan konstruksinya berbeda, sehingga tidak semua jenis cocok dijadikan bangunan. Berikut jenis yang paling sering ditemui.
Dry container
Dry container atau general purpose container adalah jenis yang paling umum. Bentuknya kotak baja tertutup dengan pintu ganda di salah satu ujung, dan dipakai untuk mengangkut barang kering. Jenis ini paling sering dimodifikasi menjadi kantor, mess, toilet, dan gudang karena mudah didapat dan konstruksinya sederhana.
High cube container
High cube memiliki konstruksi yang sama dengan dry container, tetapi lebih tinggi sekitar 30 sentimeter. Tambahan tinggi ini berguna ketika container dipasangi plafon dan lantai baru, sehingga ruangan tetap terasa lega.
Reefer container
Reefer adalah container berpendingin untuk barang yang harus dijaga suhunya, seperti makanan beku. Dindingnya berinsulasi dan dilengkapi mesin pendingin. Reefer bekas kadang dimanfaatkan sebagai ruang penyimpanan dingin, tetapi lebih jarang dijadikan kantor atau hunian.
Open top dan flat rack
Open top tidak memiliki atap baja tetap dan ditutup terpal, sehingga cocok untuk barang yang tinggi. Flat rack tidak memiliki dinding samping maupun atap, dan dipakai untuk alat berat atau barang berukuran besar. Kedua jenis ini tidak cocok dijadikan bangunan tertutup.
Memilih container untuk dimodifikasi
Untuk bangunan, dry container dan high cube adalah pilihan yang paling praktis. Container bekas umumnya sudah layak, asalkan kedap air, tidak bocor, rangka dan lantainya tidak rusak, serta karatnya masih ringan. Pemeriksaan kondisi ini sebaiknya dilakukan sebelum container mulai dikerjakan.
Lantai bawaan container berupa kayu lapis tebal. Saat dimodifikasi, lantai ini biasanya dilapisi lantai baru seperti vinyl motif kayu, keramik, atau plat bordes, sesuai fungsi ruangan.